PRAYING THE BIBLE
MAZMUR 11
(Bacaan dari versi ESV)
"In the Lord I take refuge"
Ya Tuhan, mohon ampuni dosaku karena seringkali, dalam menghadapi kesulitan, bukan pada-Mu saja aku berlindung, tapi kepada kekuatanku sendiri dan kepada orang-orang di sekitarku.
Memikirkan diri-Mu saja tidak, karena refleksku adalah berusaha memecahkan masalah ini secepat-cepatnya dengan kekuatan, kemampuan dan kepandaian saya sendiri.
Tolong ajarku untuk selalu memanggil nama-Mu terlebih dahulu dalam apapun masalah yang kuhadapi, bahkan dalam setiap kehidupanku sehari-hari, mohon Tuhan terus menaruh ingatan akan nama-Mu dalam hati dan pikiranku.
Ajarku untuk melepas dosa kesombongan ini, dan ajarku untuk berlindung dan bersandar pada kekuatan-Mu senantiasa, agar aku bisa belajar rendah hati, karena semua kekuatan, kesanggupan dan kemampuanku itu juga berasal daripada-Mu saja.
Terima kasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus saya sudah berdoa, amin.
“Flee like a bird to your mountain, for behold, the wicked bend the bow; they have fitted their arrow to the string to shoot in the dark at the upright in heart; if the foundations are destroyed, what can the righteous do?”
Ya Tuhan, Bapa di Surga, saat aku merenungkan ayat ini, aku teringat akan anak-anak Tuhan, orang-orang Kristen yang menjadi pebisnis, politikus, mereka yang bergerak di bidang hukum, di bidang ekonomi, dan yang bekerja di pemerintahan. Di dalam pemuda, ada beberapa orang yang saya ingat, seperti Angga, bang Fansen dan John Nainggolan.
Merekalah yang berada dalam beberapa posisi paling rentan untuk "ditembak" oleh anak-anak si jahat, yang ingin menghancurkan mereka yang berhati lurus, orang-orang benar yang bijaksana.
Seringkali kondisi begitu devastating, Tuhan, hingga mereka, dan saya juga, merasa kecil hati, apakah damai sejahtera dan kebenaran Tuhan sungguh-sungguh akan terwujud di tengah dunia yang sudah begitu korup dan rusak ini, dan di tengah dosa yang begiu merajalela, sehingga malah menjadi suatu hal yang biasa.
Apakah perjuangan mereka, dan saya di profesi saya sendiri, akan menjadi suatu hal yang ternyata sia-sia? Akankah kami pergi tanpa melihat hasil buah perjuangan dan kerja keras kami? Tolong ampunilah hati kami yang sering ragu-ragu, dan mohon kuatkan semangat, hati, dan tenaga kami ya Tuhan, dalam terus menjalani panggilan kami.
Dalam skala yang lebih besar, Tuhan, ingatlah juga akan saudara-saudara kami di China yang saat ini sedang sungguh-sungguh mengalami penganiayaan yang bertambah berat, yang berusaha menekan dan menghancurkan iman mereka. Mereka mungkin tidak bisa lagi melarikan diri, namun Tuhan mohon tilik mereka dan kuatkan iman mereka satu persatu, di tengah kesulitan yang mungkin tidak bisa kami bayangkan, Tuhan. Biarlah Tuhan sungguh-sungguh menunjukkan kepada mereka bahwa Engkaulah tempat perlindungan dan gunung batu bagi mereka.
Terima kasih ya Tuhan, biarlah Tuhan boleh mendengar dan mengingat doa kami ini. Dalam nama Tuhan Yesus, saya sudah berdoa, amin.
The Lord is in his holy temple; the Lord’s throne is in heaven; his eyes see, his eyelids test the children of man. The Lord tests the righteous, but his soul hates the wicked and the one who loves violence.
Ya Tuhan, terima kasih bahwa Engkau sudah menebus kami, menang atas kematian dan sekarang boleh duduk di sebelah kanan Allah Bapa dalam segala kemuliaan-Mu.
Tuhan, kami yakin Engkau melihat apa yang saat ini terjadi, dan apa bila semua kondisi saat ini, malapetaka, marabahaya, tekanan, penganiayaan, sakit penyakit (pandemi) dan dukacita kami, adalah ujian daripada-Mu untuk memurnikan iman kami, mohon beri kami sukacita dan kekuatan untuk dapat melaluinya ya Tuhan, dan biarlah kami boleh keluar dari semua ini sebagai anak-anak yang lebih dekat pada-Mu, lebih mengasihi-Mu, dan lebih beriman keada-Mu ya Tuhan.
Ajarlah kami untuk boleh hidup sesuai kehendak-Mu di tengah situasi dan ujian saat ini. Kami yakin Engkau, Tuhan yang melihat dan yang berkuasa duduk di atas takhta di Surga, adalah Allah yang tidak akan tinggal diam, dan tidak akan membiarkan anak-anak-Mu jatuh menjadi orang yang jahat, fasik dan menyukai kekerasan.
Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah bersyukur dan berdoa, amin.
Let him rain coals on the wicked; fire and sulfur and a scorching wind shall be the portion of their cup. For the Lord is righteous; he loves righteous deeds; the upright shall behold his face.
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk mengasihi sesama kami, dengan tidak membalaskan dendam, karena pembalasan dan penghukuman adalah hak-Mu. Kami yang sama berdosanya dengan mereka, tidak layak untuk menghakimi dan menghukum mereka.
Tapi Tuhan, mohon ampunilah saya, jika saya masih sering berbuat dosa, dan hidup melupakan Engkau, sehingga sebetulnya tidak ada perbedaan antara saya dengan orang fasik tersebut dari segi cara hidup. Tuhan, mohon Tuhan mengajar saya untuk selalu hidup benar agar hidup saya bisa menyukakan hati tuhan dan sesuai dengan kehendak-Mu. Terima kasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus, saya sudah berdoa, amin.
***