Tampilkan postingan dengan label Bible Journal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bible Journal. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2020

Praying the Bible - Mazmur 14

  PRAYING THE BIBLE

MAZMUR 134

(Bacaan dari versi ESV)

Come, bless the Lord, all you servants of the Lord, who stand by night in the house of the Lord!
Lift up your hands to the holy place and bless the Lord!
May the Lord bless you from Zion, he who made heaven and earth!

Ya Tuhan, terima kasih karena sekali lagi Engkau sudah mengingatkan saya, bahwa Kaulah Sang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan bahwa Kaulah sumber segala berkat.

Tuhan, di sini saya, hambamu yang kurang setia, mohon Tuhan ampuni saya karena, boro-boro memujiMu, seringkali saya melupakan-Mu dalam kehidupan saya dan hidup melanggar kekudusan. Sungguh saya tidak layak untuk masuk ke tempat kudus-Mu dan memuji nama-Mu karena ketidaksetiaan saya.

Namun Tuhan, terima kasih juga karena dengan mengingat ketidaklayakan saya, saya pun mengingat kasih pengorbanan Kristus di kayu salib yang sudah menebus dosa saya, dan melayakkan saya yang tidak layak ini untuk bisa kembali masuk ke tempat kudus-Mu dan berelasi dengan-Mu.

Tuhan, sungguh indah pengorbanan Anak-Mu ini, yang adalah Kakak Sulung bagi kami semua, orang-orang tebusan ini. Ajarkanlah pada saya Tuhan untuk tidak main-main saat ibadah dan sungguh-sungguh masuk dengan penuh sukacita dan semangat untuk memuji-Mu, dengan kesadaran bahwa di mana pun saya hidup di dunia ini, itu semua adalah tempat kudus-Mu, bahkan tubuhku sendiri adalah bait kudus-Mu juga, Tuhan.

Sungguh kami tidak pernah kekurangan tempat untuk bisa memuji dan memuliakan nama-Mu, karena seluruh langit dan bumi ini adalah milik-Mu. Oleh karena itu, ajarkanlah saya untuk selalu mengingat bahwa seluruh hidup saya adalah ibadah di hadapan-Mu.

Tuhan, saya berdoa memohon supaya Tuhan bersedia mengingat dunia buatan-Mu yang saat ini sedang berkesusahan dan berduka akibat COVID-19. Tuhan, saya mohon, berbelas kasihan lah kepada kami, dan pulihkanlah kami. Biarlah Tuhan yang boleh mengajar dan membawa hati kami kembali kepadamu, termasuk hati para pembesar dan penguasa dunia yang harus membuat keputusan terkait COVID ini. Tuhan, hati kami berduka melihat keputusan-keputusan yang tidak bertanggung jawab dari para pemerintah kami, yang tidak takut akan Engkau. Ya Tuhan, mohon dengarlah keluh kesah kami, dan selamatkanlah kami dan rakyat kami. Datangkanlah keadilan-Mu dan anugerahkanlah hikmat-Mu, mohon jangan keraskan hati para penguasa kami. Terima kasih ya Tuhan. Dalam nama Anak-Mu yang tunggal, Yesus Kristus, kami sudah berdoa, amin.

Jumat, 11 September 2020

Praying the Bible - Mazmur 11

 PRAYING THE BIBLE

MAZMUR 11

(Bacaan dari versi ESV)

"In the Lord I take refuge"

Ya Tuhan, mohon ampuni dosaku karena seringkali, dalam menghadapi kesulitan, bukan pada-Mu saja aku berlindung, tapi kepada kekuatanku sendiri dan kepada orang-orang di sekitarku.

Memikirkan diri-Mu saja tidak, karena refleksku adalah berusaha memecahkan masalah ini secepat-cepatnya dengan kekuatan, kemampuan dan kepandaian saya sendiri.

Tolong ajarku untuk selalu memanggil nama-Mu terlebih dahulu dalam apapun masalah yang kuhadapi, bahkan dalam setiap kehidupanku sehari-hari, mohon Tuhan terus menaruh ingatan akan nama-Mu dalam hati dan pikiranku.

Ajarku untuk melepas dosa kesombongan ini, dan ajarku untuk berlindung dan bersandar pada kekuatan-Mu senantiasa, agar aku bisa belajar rendah hati, karena semua kekuatan, kesanggupan dan kemampuanku itu juga berasal daripada-Mu saja.

Terima kasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus saya sudah berdoa, amin.

“Flee like a bird to your mountain, for behold, the wicked bend the bow; they have fitted their arrow to the string to shoot in the dark at the upright in heart; if the foundations are destroyed, what can the righteous do?”

Ya Tuhan, Bapa di Surga, saat aku merenungkan ayat ini, aku teringat akan anak-anak Tuhan, orang-orang Kristen yang menjadi pebisnis, politikus, mereka yang bergerak di bidang hukum, di bidang ekonomi, dan yang bekerja di pemerintahan. Di dalam pemuda, ada beberapa orang yang saya ingat, seperti Angga, bang Fansen dan John Nainggolan.

Merekalah yang berada dalam beberapa posisi paling rentan untuk "ditembak" oleh anak-anak si jahat, yang ingin menghancurkan mereka yang berhati lurus, orang-orang benar yang bijaksana.

Seringkali kondisi begitu devastating, Tuhan, hingga mereka, dan saya juga, merasa kecil hati, apakah damai sejahtera dan kebenaran Tuhan sungguh-sungguh akan terwujud di tengah dunia yang sudah begitu korup dan rusak ini, dan di tengah dosa yang begiu merajalela, sehingga malah menjadi suatu hal yang biasa.

Apakah perjuangan mereka, dan saya di profesi saya sendiri, akan menjadi suatu hal yang ternyata sia-sia? Akankah kami pergi tanpa melihat hasil buah perjuangan dan kerja keras kami? Tolong ampunilah hati kami yang sering ragu-ragu, dan mohon kuatkan semangat, hati, dan tenaga kami ya Tuhan, dalam terus menjalani panggilan kami.

Dalam skala yang lebih besar, Tuhan, ingatlah juga akan saudara-saudara kami di China yang saat ini sedang sungguh-sungguh mengalami penganiayaan yang bertambah berat, yang berusaha menekan dan menghancurkan iman mereka. Mereka mungkin tidak bisa lagi melarikan diri, namun Tuhan mohon tilik mereka dan kuatkan iman mereka satu persatu, di tengah kesulitan yang mungkin tidak bisa kami bayangkan, Tuhan. Biarlah Tuhan sungguh-sungguh menunjukkan kepada mereka bahwa Engkaulah tempat perlindungan dan gunung batu bagi mereka.

Terima kasih ya Tuhan, biarlah Tuhan boleh mendengar dan mengingat doa kami ini. Dalam nama Tuhan Yesus, saya sudah berdoa, amin.

The Lord is in his holy temple; the Lord’s throne is in heaven; his eyes see, his eyelids test the children of man. The Lord tests the righteous, but his soul hates the wicked and the one who loves violence.

Ya Tuhan, terima kasih bahwa Engkau sudah menebus kami, menang atas kematian dan sekarang boleh duduk di sebelah kanan Allah Bapa dalam segala kemuliaan-Mu.

Tuhan, kami yakin Engkau melihat apa yang saat ini terjadi, dan apa bila semua kondisi saat ini, malapetaka, marabahaya, tekanan, penganiayaan, sakit penyakit (pandemi) dan dukacita kami, adalah ujian daripada-Mu untuk memurnikan iman kami, mohon beri kami sukacita dan kekuatan untuk dapat melaluinya ya Tuhan, dan biarlah kami boleh keluar dari semua ini sebagai anak-anak yang lebih dekat pada-Mu, lebih mengasihi-Mu, dan lebih beriman keada-Mu ya Tuhan.

Ajarlah kami untuk boleh hidup sesuai kehendak-Mu di tengah situasi dan ujian saat ini. Kami yakin Engkau, Tuhan yang melihat dan yang berkuasa duduk di atas takhta di Surga, adalah Allah yang tidak akan tinggal diam, dan tidak akan membiarkan anak-anak-Mu jatuh menjadi orang yang jahat, fasik dan menyukai kekerasan.

Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah bersyukur dan berdoa, amin.

Let him rain coals on the wicked; fire and sulfur and a scorching wind shall be the portion of their cup. For the Lord is righteous; he loves righteous deeds; the upright shall behold his face. 

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk mengasihi sesama kami, dengan tidak membalaskan dendam, karena pembalasan dan penghukuman adalah hak-Mu. Kami yang sama berdosanya dengan mereka, tidak layak untuk menghakimi dan menghukum mereka.

Tapi Tuhan, mohon ampunilah saya, jika saya masih sering berbuat dosa, dan hidup melupakan Engkau, sehingga sebetulnya tidak ada perbedaan antara saya dengan orang fasik tersebut dari segi cara hidup. Tuhan, mohon Tuhan mengajar saya untuk selalu hidup benar agar hidup saya bisa menyukakan hati tuhan dan sesuai dengan kehendak-Mu. Terima kasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus, saya sudah berdoa, amin.

***

Jumat, 17 Februari 2017

My Personal Bible Journal - 1 Korintus 4


1 KORINTUS 4
PELAYANAN PARA RASUL

OK, ini akan jadi jurnal pertama yang gw tulis tentang refleksi gw saat baca Alkitab. Hopefully bisa bertahan jurnalnya, karena sebenarnya yang memerlukan ini, pertama dan terutama, adalah diri gw sendiri. Namun jika entah dari mana, ada yang baca refleksi singkat saya di dalam blog yang semi-semi private ini (karena saking terpencilnya), gw bakal bersyukur banget sama Tuhan.

LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) memberi berbagai sub judul untuk pasal ini. Tapi versi ESV memberi judul "Pelayanan para rasul (the ministry of apostles)". Anyway, let's dive into it.

Paulus membuka pasal ini dengan kalimat, "This is how one should regard us, as servants of Christ and stewards of the mysteries of God (1 Kor 4:1)". Dalam bahasa Indonesia, "Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah." Lah, emang sekarang ini, bagaimana orang-orang Korintus memandang Paulus?

Ternyata ini terkait sama pasal 1:12 dan pasal 3, di mana dalam jemaat Korintus itu disebut terjadi perpecahan. Ada yang bilang, "Gue golongan Paulus!" atau "Gue golongan Apolos!" atau "Gue golongan Kefas/Petrus!" Yang lebih keren, ada yang bilang "Gue golongan Kristus!". Entah apa dasarnya mereka bikin berbagai golongan ini, yang pasti ini bikin jemaat Korintus jadi ribut, berantem sendiri. Padahal, ini jemaat yang - kalau yang saya dengar dari berbagai kotbah - paling dapat berkat, mereka "kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan... tidak kekurangan dalam suatu karunia pun... (1 Kor 1:5,7)"      *huft*

OK, back to chapter 4. Jadi Paulus mau bilang di sini, setelah beberapa teguran di pasal-pasal sebelumnya, kalau para rasul dan pelayan itu hanya sesama pelayan, hamba Kristus, nothing less, nothing more. Dan apa itu sesuatu jabatan buat keren-kerenan? Yang terhormat? Yang enak?

Ga juga tuh...

Pertama, apa syaratnya dan tuntutan buat para pelayan/hamba ini? Setia (1 Kor 4:2). Singkat yah? Coba kita lanjut dulu...

Ayat-ayat berikutnya, 1 Korintus 4:3-5, bicara tentang apa yang jadi judul di Alkitab LAI. Di sini Paulus mengingatkan kita, bahwa pelayanan dan pekerjaan yang kita lakukan, tidak boleh dihakimi oleh siapapun, entah itu diri sendiri, orang lain yang belum percaya, atau bahkan sesama orang Kristen, selain daripada Tuhan. Tapi pelayanan dan pekerjaan yang positif yah maksudnya, jangan nanti dikira pekerjaan yang negatif ga boleh ditegur. Kalau ga, buat apa Paulus nulis surat ini, yang isinya sebagian besar teguran semua? :-p

Jadi, siapa satu-satunya yang boleh dan layak menilai pekerjaan dan pelayanan kita? Ga lain ga bukan, cuma Tuhan saja. Yup, cuma Dia. Why? Karena cuma Dia yang sanggup "menerangi, juga apa yang tersembunyi did dalam kegelapan, dan yang akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati manusia (terj. semi bebas dari 1 Kor 4:5). Tuhan lah yang akan memberikan ganjaran bagi apa yang kita lakukan, karena itu kita harus bertanggung jawab masing-masing di hadapan Tuhan.

Dan Paulus ngomong gini, bukan cuma "omdo (omong doang)" loh... Dia sendiri sudah terapkan, baik ke dirinya sendiri maupun ke Apolos.Tujuannya? Supaya jemaat di Korintus belajar dari teladan mereka untuk "tidak melampaui apa yang tertulis" dan tidak saling menyombongkan diri di antara sesama mereka (1 Kor 4:6).

Kenapa ga boleh sombong? Karena semua yang mereka miliki kekayaan dalam perkataan, pengetahuan dan karunia itu, bahkan Injil yang mereka percaya pun, itu semua pemberian!. Kalau kita punya kekayaan/harta, tapi itu semua bukan hasil usaha kita, melainkan dikasih cuma-cuma, yah memang seharusnya ga ada ruang bagi kita untuk sombong, ya gak?

Di ayat-ayat berikutnya, ayat 8-13, Paulus masuk poin kedua, sambil separuh frustasi ngomelin jemaat Korintus yang uda nyasar ini. "Lu itu uda kenyang! Uda dianugerahi kekayaan!" Tanpa kami, kamu telah menjadi raja!" Berasa rada nyindir sih... Paulus lalu lanjut membicarakan, apa gampang mau setia sebagai hamba Tuhan, sebagai rasul? Coba liat listingnya Paulus:
  1. Para rasul diberikan tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati,
  2. Para rasul telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
  3. Para rasul bodoh oleh karena Kristus, tetapi jemaat Korintus arif dalam Kristus.
  4. Para rasul lemah, tetapi jemaat Korintus kuat.
  5. Para rasul mulia, tetapi jemaat Korintus hina.
  6. Sampai pada saat ini para rasul lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, serta melakukan pekerjaan tangan yang berat.
  7. Kalau para rasul dimaki, para rasul memberkati;
  8. Kalau para rasul dianiaya, para rasul sabar;
  9. Kalau para rasul difitnah, para rasul tetap menjawab dengan ramah;
  10. Para rasul telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Enak? Ga sama sekali... Orang normal pasti ga mau hidup kayak gitu, kecuali kalau betul-betul dapat kekuatan dan penghiburan dari Tuhan sendiri.

Terus buat apa Paulus nyebutin semua "jasa"-nya ini di sini? Buat nyombong karena dia uda lebih setia daripada jemaat di Korintus? Salah banget! Paulus bilang, "Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. (1 Kor 4:14)" Paulus sebagai bapa rohani yang memberitakan Injil kepada mereka, dan begitu mengasihi mereka, merasa perlu untuk menegor mereka, para anak-anak rohaninya yang sudah mulai menyimpang. Persis seperti apa yang dibilang di Amsal 3:11-12 dan Amsal 13:24. Monggo dicek yo...

Kalau dipikir-pikir yah, di gereja masa kini pun, kita akan sangat banyak menjumpai pendidik di dalam Kristus, seperti apa yang Paulus tulis ayat 15. Pendidiknya juga macam-macam, mulai dari yang benar dan jadi teladan yang baik, sampai yang "agak" ngaco dan ga kasih contoh teladan yang baik, malah jadi batu sandungan... Makanya Paulus ingetin lagi, "Turutilah teladanku!", turutilah teladan bapa rohani kita. Dan untuk itu juga, Paulus kirim Timotius kepada mereka, supaya Timotius bisa memperingatkan mereka akan hidup yang Paulus turuti dalam Kristus Yesus, seperti yang Paulus ajarkan di berbagai jemaat (1 Kor 4:16).

Paulus lalu kembali memperingatkan para anggota jemaat Korintus yang berkata-kata sombong bahwa, "Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa." Dan, saking gemesnya sama jemaat Korintus, kalau di konteks sekarang, mungkin ucapan terakhir Paulus dalam pasal ini bakal jadi, "Jadi lu mau gue gimana? Mau gue datang pakai cambuk buat mukul, atau mau pakai hati yang penuh kasih dan lemah lembut?"

Ini sekaligus bisa jadi poin refleksi kita juga. Apakah kita ini juga, tanpa sadar, seperti jemaat Korintus? Kita yang tinggal di Ibukota, di mana segalanya ada, material, seminar yang baik, kotbah-kotbah yang baik. Untuk apa kita belajar dan ikut semuanya itu? Untuk apa kita pelayanan? Apa untuk cari nama bagi diri sendiri? Untuk menyombongkan dan menaikkan status kita? Untuk saling menghakimi jika ada sesama saudara seiman yang berbuat salah? Untuk berdebat dan bikin keributan?

Atau untuk saling membangun di tengah situasi yang, walau tampak sempurna, tetap masih dicemari oleh dosa? Untuk saling menguatkan dan menghibur di tengah penganiayaan dan peperangan yang tak terlihat, yang sedang kita hadapi bersama saat ini?

Dan apakah kita sudah berdoa bagi para bapa rohani dan pendidik kita di dalam Tuhan, agar Tuhan menjaga mereka untuk tetap memiliki hati yang penuh kasih untuk mendidik dan menegur para anak-anak rohani mereka, sekaligus supaya jangan sampai mereka sendiri akhirnya terseret dan terhilang? Ini bukan peristiwa yang ga mungkin loh! Terakhir, apa kita sudah berdoa agar kita semua diberi kesetiaan dan kerendahhatian di tengah segala godaan untuk menjadi sombong, godaan untuk lupa anugerah Tuhan, dan segala hambatan dan tantangan untuk lari dari teladan Kristus, yang diteladani oleh Paulus dan para bapa gereja kita di jemaat mula-mula?

Semoga segala kemuliaan dikembalikan kepada Tuhan, yang memberikan kita hati yang mau bertobat dan kekuatan untuk kembali belajar mengasihi Dia. Dan jika ada yang sesat atau kurang tepat, mohon tegurannya...
Powered By Blogger