COMPLICATED
A word she never thought would ever be applicable in her life.
Hanya dengan sekali saja mendengar namanya disebut.
Dan entah kenapa selalu muncul beberapa hari ini.
Seakan semesta tak mengijinkan otaknya untuk melupakan dia dan berhenti memikirkannya.
Bahkan di saat ia sudah mencoba untuk mengalihkan pikirannya.
Sibukkan diri ke kiri dan ke kanan.
Tertawa ke kiri dan ke kanan.
Tetap hatinya mendadak sesak setiap nama tersebut muncul.
Is it love and hate?
No, she doesn't think so.
Even if it is, she refused to think like so.
Because it's not building anybody.
Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri.
I'll just leave him alone.
I'm no longer a trustworthy person for him, am I?
So I'll try not to intrude. I don't want to face rejection twice.
I'm a mere consulting place for him.
Someone only work related.
And that's the most I can hope for.
It's enough, and I won't ask for any reciprocation.
That's reasonable, right?
Dipandangnya hatinya yang meneteskan setitik air mata.
Dipeluknya sang rasa yang sekarang tengah sesak.
"Ingatlah dia dengan segala baik buruknya, dan maju sajalah."
***

