Sabtu, 10 Agustus 2019

A Scribble and A Dream (47) - Impian dan Jejak Ragu

IMPIAN DAN JEJAK RAGU

Mimpi dan angan.
Utopia di seberang lautan
Bak mentari terbit dari selimut cakrawala

Itu ada kapal, kecil sederhana dari kayu
"Aku dipanggil angin lembut mendayu"
Itu katanya

Apa kabar langit?
Apa kabar arah angin?
Apa kabar ombak?
Apa kabar luas samudera?

"Aku tak tahu"
Katanya tertunduk lesu

"Aku cuma tahu satu,
Aku ingin menjadi saksi
Utopia sungguh akan terjadi."

"Hei, tapi kaulah nahkoda.
Layarku diarahkan kemudimu."

"Akan naikkah engkau?"

Sepasang mata memandang jauh ke angkasa.
Sepasang kaki masih menolak beranjak.
Dan akal memilih terus berkelana
Kadang itu lebih mudah daripada berkata "ya".

Sambil si waktu terus berjalan.

(9 Agustus 2019)

***

A Scribble and A Dream (46) - Hello, Me...

Image result for hand mirror reflection hd
HELLO, ME...

Hello, me.
Kamusta ka na?
Are you well, are you fine?
Has life been good and kind to you?

Hello, me.
Kamusta ka na?
Here I am, seeing you.
Down, down your deepest trenches.

Since I am you, and you are me.

Hello, me.
Have you find joy, walking on your own?
"I can survive," thus you said.
"They can, so I can, and will."

Go round, and round, and round.
In this whole wide, noisy, lonely world.
Beauty entices ever so quietly, lo and behold.
Searching for things you immediately reject.

Oh, the silent château amidst the city centre.
Put the banners outside, and show your merry self.
But no one shall ever enter your gates.
Non, non, non. Not a single one.

Hello, me.
Kamusta ka na?
How far is your journey now?
Are you happy, are you well?

Hello, me.
Look at me in the eyes.
For I'm the only one who know you.
I am you, and you are me.

Kamusta ka na?

***

Selasa, 06 Agustus 2019

A Scribble and A Dream (45) - Monolog si Tukang Tanya

Image result for closed doors dream hd

MONOLOG SI TUKANG TANYA


Jari jemari terentang
Gelora batin terus meronta
Dan akal masih giat berkelana
Di tengah tanya keras kepala

Siapa kau tanya?
Dia yang menjawab tanpa suara
Apa kau tanya?
Jalan ini, masih tepatkah?

Hei kau, sudah berhenti saja
Tak perlu sok melara pakai toa
Cukup kau dan Dia semata
Tak usah kau tanya terus semua

Menanti di dalam diam
Berserah di tengah kusut kelam

Jalan yang sekarang ini masih satu
Akankah bercabang atau terus begitu?
Hei, itu bukan urusanmu, tahu
Memangnya pintu punyamu?

Kau itu cuma perlu tahu
Siap rela untuk memaksa
Siap memaksa untuk rela
Entah jawab apa di depan sana

Itu baru manusia
Berdiri di depan Tuhannya

(6 Agustus 2019)

***
Powered By Blogger