
MONOLOG SI TUKANG TANYA
Jari jemari terentang
Gelora batin terus meronta
Dan akal masih giat berkelana
Di tengah tanya keras kepala
Gelora batin terus meronta
Dan akal masih giat berkelana
Di tengah tanya keras kepala
Siapa kau tanya?
Dia yang menjawab tanpa suara
Apa kau tanya?
Jalan ini, masih tepatkah?
Dia yang menjawab tanpa suara
Apa kau tanya?
Jalan ini, masih tepatkah?
Hei kau, sudah berhenti saja
Tak perlu sok melara pakai toa
Cukup kau dan Dia semata
Tak perlu sok melara pakai toa
Cukup kau dan Dia semata
Tak usah kau tanya terus semua
Menanti di dalam diam
Berserah di tengah kusut kelam
Berserah di tengah kusut kelam
Jalan yang sekarang ini masih satu
Akankah bercabang atau terus begitu?
Hei, itu bukan urusanmu, tahu
Akankah bercabang atau terus begitu?
Hei, itu bukan urusanmu, tahu
Memangnya pintu punyamu?
Kau itu cuma perlu tahu
Siap rela untuk memaksa
Siap memaksa untuk rela
Entah jawab apa di depan sana
Siap rela untuk memaksa
Siap memaksa untuk rela
Entah jawab apa di depan sana
Itu baru manusia
Berdiri di depan Tuhannya
Berdiri di depan Tuhannya
(6 Agustus 2019)
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar