
The Wedding Proposal
(I Do)
As a girl, I often dreamt
Of my prince coming
On a handsome white horse
Galloping, he'll come down
And he'll kneel as a knight
Looking up, saying the magic words,
"Marry me?"
As a lady, I often dreamt
Of my man coming
With a handful of roses
Bringing me in blindfold
Across the candle-lit aisle
With love songs in the air
Asking me, "Marry me?"
But now, I see
It's the first and the last
The start of the everlasting
From day one, "Will you be mine?"
Until today, "My heart never changes."
Ever so subtle and soft, "I still say I do, will you?"
No dances, no glitters
No fairy-tale fancies
Yet I will say, "I do."
All over and over again.
***
Jumat, 03 September 2021
A Scribble and A Dream (71) - The Wedding Proposal (I Do)
Rabu, 25 Agustus 2021
A Scribble and A Dream (70) - Kembali kepada Bumi

KEMBALI KEPADA BUMI
Sekuntum bunga
Menari gemulai
Melayang dalam sepoi
Berbaring di atas bentala
Sekejap saja ia
Namun abadi
Dalam kata deklarasi
Lirik para penyair
Dalam lembut melodi
Dendang para penyanyi
Harumnya bawa suka
Bagi hati dalam duka
Indah kisahnya
Tuturkan kasih Pencipta
Ia, yang raganya kembali
Kepada bumi
Ia, yang jiwanya tiba
Di perhentiannya
Dipeluk cinta Khalik Sejati
***
Picture credit: https://www.pinterest.com/pin/422986589975640554/
Hari ini, 25 Agustus 2021, Pdt. Rudy Pranoto, ayah dari Pdt. Billy Kristanto, dipanggil pulang ke rumah Tuhan. Aku tak pernah mengenalnya secara langsung, bertemu tak pernah, bicara pun tak pernah. Sejujurnya, dengar kotbahnya pun tak pernah sama sekali.
Namun mendengar kesaksian orang-orang yang pernah ia layani, dan kisah hidupnya yang tak lelah bekerja bagi Tuhan, bahkan di tengah perjuangannya melawan kanker prostrat hingga minggu-minggu terakhir hidupnya, akhirnya aku cuma bisa membatin, "Inilah teladan hamba Tuhan yang setia, yang hidupnya diserahkan seutuhnya untuk kemuliaan Tuhan. Soli Deo Gloria hingga hela nafas terakhirnya."
Terima kasih untuk pelajaran pertama dan terakhir yang diberikan kepada saya, pak Rudy. Sampai bertemu nanti di rumah Tuhan, nanti saya kenalan dengan Bapak di sana.
A Scribble and A Dream (69) - Kepada Kau yang Di Sana
KEPADA KAU YANG DI SANA
Hai, apa kabarmu di sana?
Apa kau bahagia?
Sakit susah tiada?
Hai, apa kabarmu di sana?
Anganku mengembara
Padamu yang sudah beda dunia
Aku baik saja
Masih belajar mencoba
'Tuk baik-baik saja
Hingga suatu hari
Semuanya 'kan pulih kembali
Kadang rindu tiba
Tanpa tanda
Dan sakit meremas jiwa
Namun ku mau t'rus melangkah
Dalam ingatan tentang kita
Hai, apa kabarmu di sana?
Terkasih, sabar dan percayalah
Semua kan usai pada waktunya
Ya, kelak kita kan bersama
Tersenyum dari dua dunia
Kau dan aku, sampai kita
Kembali bersua
***
Picture credit: https://www.pinterest.com/pin/407083253823205861/
Ditulis pada tanggal 2 Agustus 2021. Papa dari Wesley dan ci Alicia baru saja pulang dipanggil Tuhan, dan berita dukacita karena COVID yang tengah menanjak di Indonesia begitu banyak. Satu per satu orang terkasih dari teman-temanku meninggalkan teman dan keluarga mereka, menuju dunia yang berbeda di mana rasa sakit, sedih, dan susah tiada.
Apakah tulisan ini mampu menangkap rasa hati mereka yang ditinggalkan, saat ajal menjemput terkasih mereka yang pergi karena COVID? Aku tak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu.
Tapi aku masih percaya Tuhan berikan pengharapan dan penghiburan di tengah dukacita.
Sabtu, 01 Mei 2021
A Scribble and A Dream (68) - What About Us?
WHAT ABOUT US?
Kutatap layar kaca
Gelap di depan mata
Pikiran mengembara
Pada apa yang kudengar
Masih panjang perjalanan
Bagi kita 'tuk bersama
Aku tahu, aku tahu
But how should we go, from here?
What about us?
What about our future?
Is forever for us?
Is it the right thing to hope for?
What about us?
Bagaimana dengan kita?
Ku mau belajar bersabar dan percaya
So be brave, lead our way.
Kadang jalan hidup kita
Bisa jadi tak terduga
A sharp turn to the left, a U-turn to the right
Maybe if we wait, the timing's never right
Bukannya ku tak mau menunggu
Namun ku perlu jawabmu
Tak perlu janji atau kata,
tapi lihat kau melangkah
Oh, what about us?
What about our future?
Is forever for us?
Is it the right thing to hope for?
What about us?
Bagaimana dengan kita?
Ku mau belajar bersabar dan percaya
So be brave, lead our way.
Apapun takutmu
Walau tak yakin rencanamu
Share it, don't do it on your own
I'm waiting right here beside you
Trust me, as how I learn to trust you
The heavy talks about the good and the bad
Let's just do it, me and you
Tak perlu kau ragu-ragu
Biarkan ku bertemu orangtuamu
Put me in the hot seat, I am ready
No need for a ring right now
Pelan tapi pasti, cukuplah itu bagiku
So, what about us?
What about our future?
Is forever for us?
Is it the right thing to hope for?
What about us?
Bagaimana dengan kita?
Ku mau belajar bersabar dan percaya
So be brave, lead our way.
***
Jumat, 02 April 2021
A Scribble and A Dream (67) - Memandang Mimpi

MEMANDANG MIMPI
Empat sisi dinding putih,
Diam berdiri
Memandang jari-jemari yang masih menari
di atas tombol angka dan QWERTY
Bersama sebuah hati
Yang sudah lama
Tak berani hadapi
Impian yang tersimpan rapi
Di sudut laci kecil terkunci
Wahai para penyair isi nurani
Kalian para penenun nada
Pendekar nyanyian sanubari
Bangkitkanlah rasa kami
Getarkan jiwa ini
Untuk sekali lagi
Berani memandang mimpi
Dalam temaram lampu jalan raya
Dan di bawah bintang jam 3 pagi
Sebuah tanya yang dipendam gundah gulana
Ditutup di antara ragu
"Maukah begini akhirnya?"
It's all or nothing
To do or not to do
"Jadi, apa jawabmu?"
Wahai para penyair isi nurani
Kalian para penenun nada
Pendekar nyanyian sanubari
Bangkitkanlah rasa kami
Getarkan jiwa ini
Untuk sekali lagi
Berani memandang mimpi
Berani mencoba
Sekali lagi saja, sekali lagi
Walau masa depan tak pernah pasti
***
Ditulis sebagai bentuk kerinduan setelah mendengar keindahan lirik dan musik dari Isyana, Rendy Pandugo, dan BTS yang begitu jujur, indah, dalam dan bermutu.
Terutama Isyana dan BTS, yang berani mendobrak keluar dari batasan lagu-lagu yang disebut "populer", menghadapi musik dan bicara dengan ketakutan dan pergumulan mereka melalui musik, tanpa takut ditinggalkan pendengar.
Akankah aku bisa menulis lagu sejujur mereka dan hidup untuk menyanyikannya?
2 April 2021
