Penantian Sunyi
Di Tengah Kabut
Kulayangkan pandang
Kabut, kabut saja adanya
Kabut sejauh mata memandang
Suara desah napas saja yang ada
Tak tahu, sungguh tak tahu
Sering aku bertanya,
"Tuhan, diakah itu?
Dan tampaknya hanya "Bukan" saja jawab-Nya
"Ah, Tuhan, seandainya dia saja..."
"Tuhan, kalau dia, mungkin aku masih bisa
belajar mencintainya..."
"Tampaknya dia cukup baik bagiku..."
Dan setiap kali, di tengah kesunyian
Dalam tiap sepi dalam keramaian
Dalam tiap kenyataan dan pengamatan
Selalu jawaban-Nya, "Bukan dia, anakku..."
Di saat tampaknya,
semua sudah menemukan
Siapa yang akan mereka cari
Di sini aku bertanya-tanya
Apakah aku akan bertemu
Dengan dia yang mencariku?
Yah, ini memang bukan hakku
Aku pun sadar, tak layak ku menuntut
Karena anugerah-Nya sudah cukup bagiku
Namun, tetap aku mendapati hatiku
Menginginkan, dan menanti
Dalam kegelisahan dan mencoba beriman
Di tengah kabut tebal yang tak pasti jalannya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar