Minggu, 15 April 2018

A Scribble and A Dream (28) - Sekuntum Bunga Tertidur


Ia sekuntum bunga
Hendak merekah
Namun tiada beraninya

Ia sekuntum bunga
Mungkin semerbak ia
Namun ringkih kelopaknya

7 musim lewat sudah
Menantikan kumbangnya tiba
Dan setiap ia mau merekah
Tergoreslah kelopak kecilnya

Ia tak mau lagi terluka
Tidak, itu mengerikan jiwanya

Ia sekuntum bunga
Yang kembali mengatupkan
Kuntum kecil merahnya

"Sudahlah, aku tak mau merekah lagi
Hingga tiba saatnya
Biar si kumbang saja
Yang membujukku tuk mekar kembali"

Ia sekuntum bunga
Yang mau jadi si putri tidur
Yang menunggu kesatrianya tiba
Mungkin  hingga 1000 tahun lagi

(Jakarta, 2 April 2018)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar