Rabu, 11 Januari 2017

A Scribble and A Dream (12) - Suatu Pencerahan


SUATU PENCERAHAN

Kenapa ia tak memikirkannya sejak dulu?
Ya, itulah semua jawaban
Untuk gundah gulananya
Selama dua bulan terakhir ini

Tidak, bahkan lebih dari itu
Inilah jawaban untuk apa yang mengganggu hatinya
Selama bertahun-tahun
Hidupnya sebagai seorang single

Mengapa tampak tak seorang pun yang "mendekatinya"?
Itu adalah suatu sebab-akibat
Jika rumah dan kantor menjadi satu-satunya tempat singgahnya
Jelaslah tak kan ada satu orang pun yang mendekatinya
Karena ia tak akan pernah dekat dengan satu orang pun

Baik pria, baik wanita
Ia harus keluar
Keluar dari cangkang yang melindunginya selama ini

Mengapa tampak tak seorang pun yang "jatuh hati"?
Itu pun adalah suatu sebab-akibat
Jika kesendirian membahagiakan baginya
Dan dunia luar tak mau ia sentuh
Maka ia tak mengerti, apa yang disebut peduli

Sebelum ditemani, ia harus belajar menemani
Sebelum dipedulikan, ia harus belajar mempedulikan
Sebelum didekati, ia harus belajar mendekati
Sebelum dicintai, ia harus belajar mencintai

Belajar menjadi seorang sahabat yang baik
Itulah jawaban bagi semua pertanyaannya

Dan sebuah beban terangkat dari pundaknya
Terlepas dan terbuang jauh

Kini, ia bisa mengucapkan selamat tinggal
Pada seseorang, yang selayaknya tak ada rasa padanya
Pada seseorang, yang baginya, ia bukanlah teman yang sepantasnya
Pada seseorang, yang adalah impian kosong dan harapan muluk

Ia sudah rela
Siapapun itu, entah berapa tahun lagi
Jika ia baru akan berhenti single
Di usia, yang kata orang, terlalu tua

Siapa peduli?
Ia sudah rela, dengan sepenuh hatinya
Ia sudah siap melangkah maju kembali
Lebih cepat dari yang ia duga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar