Selasa, 13 Desember 2016

Catatan Harian Sang Burung Gagak - Susu dan Nila


SUSU DAN NILA

Seekor burung gagak
Hinggap di atas dahan pohon tegak
Paruhnya dibuka, matanya membelalak
Berkaok-kaok dengan suaranya parau

“Dengarlah, dengarlah hai kawanku!
Ini suaraku, yang sebentar lagi akan hilang terbawa waktu!
Dengarlah, dengarlah walau kau tak setuju!
Karena setelah ini, lupakan saja kata-kataku!

Kata-kata mutiara jaman dahulu:
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Lihatlah, ia telah meneteskan nila dalam susu kita!
Mari kita lupakan semua usaha kerja kerasnya!
Nila itu telah menghapuskan semua jasa-jasanya!
Katakanlah, katakanlah!
Apakah nila itu?
Kau sendiri juga tahu
Apa seruan massa pada hari Jumat yang lalu.

Ingatlah, ingatlah!
Inilah nila yang teramat besarnya
Sehingga perlu setaralah hukumannya
Kalau perlu melebihi para pendahulunya
Yang tampaknya memberikan susu murni kepada kita

Apakah mereka memberi kita susu tanpa nila?
Aku tak tahu, dan generasiku kadang sudah lelah mencari tahu
Mungkin selama ini kita minum nila
Sehingga nila terasa susu, dan susu terasa nila

Apa yang sebelumnya telah kita minum dengan rela,
Itu susukah? Nilakah?
Karena kata tiga huruf itu, KKN, sudah menjadi biasa
Mereka penjamin kehidupan si pelakunya
Kita sudah acuh dan kebal padanya

Walau mungkin sang tiga huruf
akan jadi nila bagi generasi penerus bangsa
Selama hidup pelakunya aman tenteram, itulah susu bagi mereka!

Jangan! Jangan kau pilih!
Ia yang telah meneteskan setetes cairan mirip nila
Sehingga tampak merusak susu sebelanga
Ia sudah tak pantas dipercaya lagi!

Lupakan, lupakan!
Semua jerih payah, elusan dada, air mata, gelisah dan doanya bagi kita!
Lupakan saja!

Karena kita ini para orang egois, dan bahkan aku juga
Bangsa kita belum siap minum susu
Dan mungkin harus kembali belajar dari nila rasa susu.

Kau, ya kau! Kau yang akan kami pilih!
Ingatlah dan jangan pernah lupakan
Bahwa nila setitik akan merusakkan susu sebelanga!"

Seekor burung gagak
Telah lelah berkaok
Pergi terbang mencari makan siangnya
Seekor cacing untuk mengisi perutnya

(Dikaokkan oleh Sang Burung Gagak, 7 November 2016)
- Postingan ini adalah sesuai postingan asli si Gagak di Facebook -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar