Kamis, 08 Desember 2016

A Scribble and A Dream (7) - A Lady in Wondering, in Waiting


CHAPTER 7
A Lady in Wondering, in Waiting

*klak*

Earphone diletakkannya di atas meja.
Ia menghela napas panjang
Menengadah, menatap langit-langit kantornya.

'Kisah cintaku, kenapa begini?'
'Isi hatiku, kenapa seperti ini?'

Semenjak ia menyadari rasa
Yang perlahan mulai bergemuruh dalam hatinya
Setiap kali ia memikirkan tentang dia
Yang lambat laun mulai menarik perhatiannya

Ya, kupu-kupu mulai berputar dalam perutnya
Setiap kali ia mengingat wajahnya
Dan setiap kali ia melihatnya
Hatinya sontak bersukacita

Walau saat berjalan
Ia di ujung kiri, dan dia di ujung kanan
Ia tidak berkeberatan, sama sekali tidak
Cukuplah ada memori bersamanya

Kadang, kesal melanda
Ingin rasanya ia teriakkan di puncak gunung sana,
'Ijinkan aku kenal kau lebih jauh, sedikit saja!'
Akankah tepukannya tiada bersambut, tak bersuara?

Sang kakak berkata,
"Apa kau sudah berserah?"
'Mungkin belum,' batinnya
'Aku hanya berpikir untuk menyerah.'

"Tapi berserah beda dengan menyerah."
'Apa berserah sama dengan pasrah?'
'Tuhan, apa aku harus diam saja?'
'Tuhan, diam menanti itu sulit'

'Aku takut mendapat jawaban "Tidak" dariMu.'

Ia menatap kembali layar laptopnya.
Mari, sudah saatnya kembali bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar