Jumat, 01 Januari 2016

Pada Salib - Alas, And Did My Savior Bleed? (At The Cross)

Bahasa Indonesia:


Bahasa Inggris:



Yesaya 53:4-6, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”

Himne yang bait utamanya ditulis oleh Isaac Watts, dan refrainnya ditulis oleh Ralph Hudson ini, telah menyentuh hati berjuta-juta orang selama berabad-abad. Setelah menggambarkan kontras yang sangat besar antara kematian dan pengorbanan sang Pencipta yang maha kuasa dan ketidaklayakan makhluk ciptaan yang berdosa,ia menyimpulkannya dengan sebuah penyerahan, “Here Lord, I give myself away, ‘tis all that I can do”.

Seorang pria menulis kepada mantan guru Sekolah Minggunya: “Anda ingat himne ‘Alas, and did my Savior bleed?’ Aku menganggapnya sebagai sampah, namun kalimat-kalimat himne itu mengikutiku kemanapun seperti detektif. Aku tidak bisa lari dari pertanyaan ‘Was it for crimes that I have done?’ Karena itulah, akhirnya aku menyerahkan hidupku kepada-Nya.”

Selain itu, ada seorang wanita buta berusia 30 tahun yang mendengar sebuah paduan suara KKR menyanyikan himne yang sederhana ini. Bait demi bait menggerakkan hatinya, namun saat paduan suara menyanyikan “Here, Lord, I give myself away”, ia pun juga menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Saat ia melakukannya, ia mengatakan bahwa ‘jiwanya dipenuhi cahaya dari surga’. Wanita tersebut adalah Fanny Crosby, yang kemudian menjadi penulis dari ratusan lagu himne gospel.

Diterjemahkan secara bebas dari:
The Complete Book of Hymns
oleh William J. Petersen & Ardythe Petersen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar