Jumat, 01 Januari 2016

Beruntungkah Aku - And Can It Be That I Should Gain?



Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” 1 Petrus 1: 18-19

Charles Wesley, penulis himne ini merupakan seorang yang sedari muda sangat disiplin dalam melatih kehidupan religiusnya. Dia aktif dalam organisasi religius di kampusnya, Oxford University, dan pergi melayani menjadi misionaris bagi orang Amerika asli. Namun, ia tidak merasakan adanya damai atau pun sukacita dalam hati maupun hidupnya. Setelah beberapa waktu, ia kembali ke London, dan ketika itu ia bertemu dengan sekelompok Moravians di Aula Aldersgate dan menyadari bahwa “keselamatan hanyalah melalui iman”. Pada 21 Mei 1783, ia menulis dalam jurnalnya, “Pada tengah malam ini, ku serahkan diriku kepada Kristus.”

Dua hari kemudian, dalam semangat dan sukacita yang melimpah, Charles menuliskan himne barunya  yang menceritakan perubahan hidupnya. Awalnya ia tidak yakin apakah harus menyelesaikan himne ini. Ia berpikir, apakah termasuk meninggikan diri ia kalau membicarakan pengalaman pribadi? Namun ia berdoa agar Tuhan menuntunnya menyelesaikan himne ini, sehingga meskipun ia menceritakan pengalamannya, tapi juga dapat mewakili pengalaman dari jutaan orang yang beriman pada Tuhan Yesus Kristus.

Diterjemahkan secara bebas dari:
Amazing Grace: 366 Inspiring Hymn Stories for Daily Devotions
oleh Kenneth W. Osbeck
dan
The Complete Book of Hymns
oleh William J. Petersen & Ardythe Petersen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar